PT Pertamina (Persero) menunjukkan langkah signifikan dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik. Melalui serangkaian transformasi, perusahaan ini berupaya memperbaiki tata kelola dan mengembangkan layanan informasi berbasis digital yang lebih inovatif.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja perusahaan. Salah satu inisiatif utama yang diluncurkan adalah Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang dilakukan bersama Komisi Informasi Pusat RI.
Menurut Direktur Utama, Simon Aloysius Mantiri, upaya tersebut bertujuan tidak hanya untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk mendidik masyarakat tentang peran Pertamina dalam ketahanan energi nasional. Melalui transparansi informasi, Pertamina berharap masyarakat lebih paham akan pentingnya kontribusi perusahaan dalam swasembada energi.
Strategi Pertamina dalam Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik
Pertamina memahami bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan dari publik. Dalam acara presentasi uji publik, Simon menegaskan pentingnya keterbukaan dalam meningkatkan responsibilitas perusahaan kepada masyarakat.
Dia menambahkan bahwa setiap subholding Pertamina berkomitmen untuk aktif dalam mengimplementasikan strategi keterbukaan ini. Dengan menyediakan informasi yang mudah diakses, perusahaan berharap dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Bentuk keterbukaan ini juga mencakup akses informasi untuk kelompok disabilitas, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inklusivitas. Melalui inovasi digital, Pertamina menjamin bahwa semua lapisan masyarakat dapat mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.
Komitmen Pertamina Terhadap Edukasi Masyarakat
Edukasi masyarakat menjadi fokus utama dalam penyampaian informasi oleh Pertamina. Simon menyatakan bahwa perusahaan bertekad untuk memberikan informasi yang relevan terkait perannya dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Dalam konteks ini, keterbukaan informasi tidak hanya bertujuan untuk transparansi, tetapi juga memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bagaimana Pertamina beroperasi dalam menjaga ketahanan energi. Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami tantangan dan pencapaian yang dihadapi perusahaan.
Dengan dukungan yang kuat dari Komisi Informasi Pusat RI, Pertamina berencana untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan informasi publik. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sektor energi.
Penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di Pertamina
Pertamina berkomitmen untuk menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam semua lini bisnisnya. Ini tercermin dalam berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meminimalkan dampak lingkungan sambil tetap memperhatikan aspek sosial dan tata kelola yang baik.
Program-program yang diluncurkan Pertamina sangat terkait dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Perusahaan ini berfokus pada pencapaian Net Zero Emission 2060, dengan menyelaraskan kebijakan bisnisnya dengan target global untuk berkontribusi terhadap lingkugan yang lebih baik.
Dengan integrasi ESG, Pertamina tidak hanya berupaya menciptakan nilai ekonomis, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Hal ini menjadi bagian integral dari strategi perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.














