Indonesia dan Thailand terlibat dalam kompetisi yang ketat di final cabang bulu tangkis nomor beregu pada SEA Games 2025. Setelah melalui laga yang menegangkan, kedua tim saat ini berbagi poin 1-1 setelah Thailand berhasil memenangkan pertandingan kedua.
Di antara pertandingan tersebut, pasangan ganda putri Indonesia, yaitu Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, berhadapan dengan lawan tangguh mereka, Benyapa Aimsaard dan Supissara Pawesampran. Sayang sekali, perjalanan mereka terhenti setelah mengalami kekalahan dramatis di pertandingan yang berlangsung sengit.
Pertandingan berlangsung di Thamasat Rangsit Gymnasium 4 pada Rabu, 10 Desember. Rachel dan Febi memberikan perlawanan yang gigih, tetapi memori kejayaan awal harus dihadapkan pada kenyataan pahit saat mereka terpaksa mengakui keunggulan tim lawan yang mendapatkan dukungan penuh dari para pendukung di arena.
Analisis Pertandingan Ganda Putri yang Menarik
Di set pertama, Rachel dan Febi tampil penuh semangat, meski mereka akhirnya harus kalah dengan skor 18-21. Keadaan semakin mempertegas tekanan yang dihadapi oleh mereka saat skor imbang di angka 18, sebelum akhirnya kehilangan tiga poin beruntun yang membuat mereka terjebak dalam kekalahan awal.
Memasuki game kedua, situasi sempat tampak lebih menjanjikan bagi pasangan Indonesia. Setelah tertinggal di awal, mereka berhasil mengatasi tekanan dan meraih kemenangan yang meyakinkan dengan selisih skor yang signifikan, yaitu 21-11, memberi nafas segar dalam pertandingan tersebut.
Namun, momentum kemenangan mereka tidak dapat dipertahankan hingga set ketiga. Pasangan Thailand kembali menunjukkan ketangguhan dan mendapatkan keunggulan di awal permainan dengan memimpin 4-0. Hal ini menunjukkan betapa berbahayanya serangan dari lawan, yang terus menerus memberi tekanan terhadap Rachel dan Febi.
Kendala yang Dihadapi Rachel dan Febi Selama Pertandingan
Rachel dan Febi harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan, terutama setelah mereka tertinggal 11-8 di interval. Tekanan dari Benyapa dan Pawesampran membuat mereka cukup terbebani, tetapi semangat perjuangan mereka tak pernah padam.
Menariknya, pasangan Indonesia berhasil bangkit dan sempat memimpin dengan skor 18-17. Namun, situasi ini tidak bertahan lama, dan mereka kembali mengalami kesulitan setelah itu. Rangkaian poin yang dicetak oleh lawan membuat mereka terpaksa menerima kekalahan yang menyesakkan hati.
Setelah perlawanan yang sangat ketat, pasangan ganda putri Indonesia harus menelan pahitnya kekalahan dengan skor 18-21, 21-11, dan 18-21. Meskipun hasil ini cukup mengecewakan, semangat yang ditunjukkan oleh keduanya tetap patut diacungi jempol dan menunjukkan potensi yang ada.
Harapan untuk Pertandingan Mendatang di SEA Games
Kekalahan ini memberi pelajaran berharga bagi keduanya, terutama menjelang pertandingan mendatang. Pihak pelatih dan tim diharapkan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meningkatkan performa para atlet. Potensi yang ada di dalam diri Rachel dan Febi adalah hal yang tidak bisa dipandang ringan.
Meskipun menghadapi lawan yang kuat, mereka terbukti mampu memberikan perlawanan hingga titik terakhir. Ada harapan besar bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk turnamen lainnya, di mana mereka bisa memperbaiki kesalahan dan strategi permainan mereka.
Bertanding di level internasional seperti SEA Games tentunya memberikan tantangan tersendiri, dan ini adalah pengalaman yang tak ternilai bagi para atlet. Semoga ke depan bisa tampil lebih baik, tidak hanya untuk mereka pribadi, tetapi juga untuk mengangkat nama bangsa.















