Perry Bamonte, seorang musisi berbakat dari band legendaris The Cure, telah meninggal dunia di usia 65 tahun. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi para penggemar dan rekan-rekannya di industri musik.
Berita tentang wafatnya Bamonte diumumkan oleh band tersebut pada 26 Desember 2025, setelah ia mengalami sakit singkat di rumah. Pernyataan resmi tersebut mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam dari anggota band lainnya serta seluruh penggemar di seluruh dunia.
Dalam pernyataan itu, The Cure menyatakan, “Dengan kesedihan mendalam, kami mengonfirmasi meninggalnya sahabat dan rekan band kami yang hebat, Perry Bamonte.” Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam perjalanan karier band rock tersebut.
Perjalanan Karier Perry Bamonte di Dunia Musik
Perry Bamonte bergabung dengan The Cure pada tahun 1984 sebagai bagian dari pengembangan alat musik mereka. Selama kariernya bersama band, ia menjadi simbol kreativitas dan dedikasi yang tiada henti.
Ia menjadi anggota tetap pada tahun 1990, memainkan berbagai instrumen mulai dari gitar hingga keyboard. Kontribusinya sangat signifikan dalam menghasilkan album-album ikonik seperti “Wish” dan “Bloodflowers.”
Kehadiran Bamonte dalam band tidak hanya memperkuat musik mereka, tetapi juga menambah kedalaman emosional dalam penampilan live. Sering kali, ia menjadi jantung dari pertunjukan-pertunjukan luar biasa The Cure.
Warisan Musik yang Ditinggalkan oleh Bamonte
Selama lebih dari satu dekade, Bamonte telah berpartisipasi dalam lebih dari 400 pertunjukan, menciptakan momen tak terlupakan bagi penggemar. Keahliannya menjadikan setiap acara seolah sebuah pengalaman yang magis.
Setelah sempat menjauh, ia kembali bergabung dengan The Cure pada tahun 2022. Kembalinya ia memberikan angin segar bagi band dan penggemar, yang kembali terpesona oleh pertunjukan yang dikemas dengan penuh energi.
Perry dikenal sebagai sosok yang “tenang” dan “intuitif,” memiliki cara unik dalam mengekspresikan muzikanya. Karya-karyanya akan selalu dikenang dalam sejarah musik dan selamanya menghiasi kenangan banyak orang.
Kesedihan di Tengah Kegembiraan Natal
Kabar duka ini datang di tengah suasana Natal, hari yang seharusnya penuh suka cita. Band dan para penggemar merasakan kehilangan yang mendalam, mengingat Bamonte selalu punya cara untuk membawa kebahagiaan lewat musiknya.
Tim The Cure menyatakan bahwa mereka merasakan kehilangan ini tidak hanya sebagai sebuah perubahan dalam band, tetapi juga sebagai hilangnya seorang teman dekat. “Doa dan belasungkawa kami bersama seluruh keluarganya,” bunyi pernyataan tersebut.
Perry Bamonte dianggap sebagai bagian yang “hangat dan vital” dari kisah The Cure, dan kenangannya akan terus diabadikan dalam hati setiap penggemar musik.














