Marseille memulai pertandingan dengan semangat yang tinggi dan suasana meriah di stadion mereka. Kepercayaan diri para pemain terlihat jelas, namun tim tamu yang datang membawa kejutan dengan permainan efisien dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Pada menit ke-24, kejutan terjadi ketika Yassine Kechta berhasil membawa Le Havre unggul. Dengan memanfaatkan umpan dari Issa Soumare, ia melepaskan tembakan terarah yang tidak mampu dijangkau oleh kiper, menciptakan ketegangan di kubu Marseille.
Keberadaan gol tamu tersebut memacu semangat juang Marseille, yang langsung meningkatkan intensitas tekanan mereka. Ketika memasuki menit ke-34, situasi semakin berubah ketika Gautier Lloris melakukan handball di area terlarang, sehingga harus menerima kartu merah dan meninggalkan lapangan.
Marseille Mengubah Jalannya Pertandingan Setelah Penalti Berhasil
Setelah mendapatkan penalti, Greenwood tampil sebagai algojo dan sukses mengecoh kiper lawan satu menit setelah kejadian tersebut, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momentum ini jelas membantu mengangkat moral tim tuan rumah, yang semakin percaya diri menjalani sisa pertandingan.
Memasuki babak kedua, Marseille menunjukkan dominasi mereka dengan penguasaan bola yang jauh lebih baik. Tekanan yang diberikan tidak membuahkan hasil instan, namun ketekunan mereka terbayar kala Greenwood mencetak gol keduanya di menit ke-67 lewat sepakan keras yang terarah ke pojok atas gawang.
Seakan tak puas dengan satu gol, Greenwood kembali menjaringkan bola pada menit ke-72. Umpan ciamik dari Robinio Vaz berhasil ia manfaatkan dengan sempurna, membuat skor berubah menjadi 3-1 dan mengubah arah permainan sepenuhnya ke tangan Marseille.
Dominasi Total Marseille dan Pesta Gol yang Menyusul
Kebangkitan Marseille tidak berhenti sampai di situ, karena Greenwood melanjutkan penampilannya yang mengesankan dengan gol keempat di menit ke-76. Kiper Le Havre tampak tak berdaya menghadapi sepakan kaki kanannya yang mematikan.
Tidak lama setelah gol keempat, Robinio Vaz juga ikut mencetak nama dalam daftar pencetak gol. Dengan serangan beruntun dan koordinasi yang apik, Marseille semakin memperbesar keunggulan dan menciptakan suasana meriah di stadion.
Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Amir Murillo menutup pesta gol Marseille dengan mencetak gol keenam. Namun, Le Havre tidak menyerah begitu saja dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Abdoulaye Tour di menit terakhir, menambah dramatisnya laga tersebut.
Analisis Strategi Permainan dan Performa Individu
Permainan Marseille malam itu bisa dianggap sebagai contoh strategi ofensif yang efektif. Mereka berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah dan menunjukkan kemampuan menyusun serangan yang terorganisir.
Performa individu Greenwood tentunya menjadi sorotan utama. Selain mencetak tiga gol, ia juga berperan penting dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya, menunjukkan pentingnya kontribusi seorang penyerang dalam sebuah tim.
Namun, tidak bisa dipandang sebelah mata bagaimana Le Havre tetap berjuang meski dalam situasi sulit. Gol pertama mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengancam pertahanan lawan dan bisa saja menghasilkan lebih banyak jika tidak ada kendala.















