Penjualan mobil di Indonesia mengalami peningkatan di awal tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan bagi industri otomotif nasional. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa penjualan mobil secara grosir (wholesale) pada bulan Januari mencapai 66.447 unit, naik sebesar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jika dilihat dari sudut pandang penjualan ritel atau dealer kepada konsumen, angka ini bahkan meningkat hingga 4,5 persen, mencatat total penjualan 66.936 unit di bulan pertama tahun ini. Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif Indonesia sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Kompetisi di pasar otomotif semakin ketat, dengan merek-merek baru yang mulai mencuri perhatian konsumen. Pabrikan asal China, BYD, menjadi salah satu pemain yang berhasil memanjat peringkat dan meraih posisi yang cukup mengesankan dalam penjualan bulan ini.
Tren Penjualan Mobil di Indonesia Awal Tahun 2026
Peningkatan penjualan mobil di bulan Januari 2026 menunjukkan optimisme di kalangan produsen dan konsumen. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pertumbuhan ini dianggap sebagai indikasi positif bagi industri otomotif dalam konteks yang lebih luas.
Dalam konteks angka, jumlah mobil yang dikirim dari pabrik ke dealer mencatatkan peningkatan, mengindikasikan bahwa permintaan konsumen meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya diri untuk berinvestasi dalam mobil baru saat memasuki tahun yang baru.
Fenomena ini juga dapat dilihat sebagai tanda bahwa adaptasi terhadap kebijakan-kebijakan baru dan perubahan tren gaya hidup telah terjadi di masyarakat. Dengan semakin beragamnya opsi mobil yang ditawarkan, konsumen memiliki kebebasan lebih dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Persaingan Merek Mobil di Pasar Indonesia
Dalam hal persaingan merek, Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan penjualan 20.078 unit. Angka ini menunjukkan kekuatan brand yang telah terbangun selama bertahun-tahun dan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk Toyota.
Di belakang Toyota, Daihatsu juga mencatatkan penjualan yang signifikan sebanyak 12.513 unit. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan produk yang relevan, Daihatsu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu favorit di kalangan konsumen Indonesia.
Mitsubishi dan BYD juga menunjukkan performa penjualan yang tak kalah menarik. Mitsubishi mencatatkan penjualan 6.898 unit, sementara BYD dengan sejarah yang lebih singkat dalam industri ini berhasil mencatatkan 4.879 unit, mengalahkan dua merek klasik seperti Honda dan Suzuki.
Perubahan Dinamis dalam Preferensi Konsumen
Dalam skenario penjualan ritel, Toyota masih menjadi favorit dengan 22.066 unit terjual. Angka ini menunjukkan bahwa merek ini tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kualitas dan keandalan dalam otomotif.
Sementara itu, Daihatsu dan Mitsubishi mengikuti dengan angka penjualan masing-masing 11.202 unit dan 6.141 unit, menunjukkan bahwa mereka juga berhasil memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini menggambarkan bahwa konsumen Indonesia semakin menghargai variasi dan kualitas yang ditawarkan oleh berbagai merek tersebut.
Di sisi lain, kehadiran BYD di posisi ketujuh dengan penjualan 2.516 unit menunjukkan bahwa merek baru ini mulai mendapatkan tempat di hati konsumen, meskipun masih terhalang dari posisi lima besar. Ini mencerminkan bahwa inovasi dan teknologi yang ditawarkan menjadi faktor pembeda bagi mobil-mobil baru di pasaran.














