PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Kasim menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan wirausaha terbaru. Pelatihan yang berfokus pada pembuatan tepung dan biskuit kelapa ini berlangsung di Balai Pertemuan Kalifiti, Kasimle, dan dihadiri oleh masyarakat lokal yang berkepentingan untuk meningkatkan keterampilan ekonomi mereka.
Kelompok Kalifiti, yang terdiri dari individu dengan latar belakang rentan, sering kali mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam konteks ini, perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia adalah yang paling terpapar, sehingga intervensi semacam ini sangat penting untuk mendorong partisipasi mereka dalam perekonomian.
Ferdy Saputra, Area Manager Communication, Relation, CSR & Compliance Kilang Kasim, mengungkapkan bahwa meskipun masyarakat lokal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa, mereka belum sepenuhnya memanfaatkan hal tersebut. Inisiatif pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar masyarakat dapat mengolah kelapa menjadi produk bernilai tinggi.
Suksesnya sebelumnya dalam program Rumah Minyak Kelapa menjadi landasan bagi Kilang Kasim untuk terus mengupayakan peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi lebih mandiri dan meningkatkan perekonomian lokal.
Pelatihan yang Memberdayakan Perempuan di Kasimle
Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk menguatkan rasa percaya diri komunitas perempuan. Dengan menekankan keterampilan baru, perempuan di Kasimle dapat menemukan peluang baru dalam usaha mikro dan kecil.
Pemilik Aden’s Snack, sebuah UMKM lokal, berkolaborasi dengan Kilang Kasim dalam pelatihan ini. Kolaborasi ini membantu memperluas akses pasar bagi produk olahan kelapa yang dihasilkan peserta, sekaligus memberdayakan mereka untuk menjadi pelaku usaha yang lebih baik.
Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, menyadari bahwa pelatihan ini adalah langkah pertama menuju kemandirian ekonomi. Melalui kegiatan ini, mereka belajar cara memproduksi tepung dan biskuit kelapa yang berkualitas, yang dapat dipasarkan secara luas.
Mendukung Kemandirian Ekonomi Melalui Kerjasama
Kharunissa, pemateri dari Aden’s Snack, terkesan dengan semangat peserta dan kesiapan mereka untuk belajar. Ia menyatakan bahwa semangat kolaborasi ini merupakan fondasi yang kuat untuk membangun jaringan bisnis yang saling menguntungkan.
Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan usaha mikro. Kharunissa juga mengungkapkan niat untuk menjalin kemitraan jangka panjang, yang memberikan peluang bagi peserta untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas.
Melalui kolaborasi dengan Aden’s Snack, mama-mama di Kasimle tidak hanya mendapat ilmu baru, tetapi juga akses untuk memproduksi oleh-oleh khas Sorong dengan bahan baku mereka sendiri. Hal ini diharapkan dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat lokal dan meningkatkan taraf hidup mereka secara keseluruhan.
Kongsi Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan energi yang berkelanjutan dan mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran perusahaan diharapkan dapat membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi warga lokal.
Kilang Kasim berfokus pada keberlanjutan dalam semua aspek operasional, mencerminkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Dengan adanya program-program pemberdayaan, Kilang Kasim siap berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Program-program ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencapai kontribusi berkelanjutan terhadap tujuan pembangunan global, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam upaya tersebut, Kilang Kasim berkomitmen untuk beroperasi secara profesional dan bertanggung jawab.