Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kalimantan Timur baru saja meraih penghargaan Juara Umum dalam Festival dan Kompetisi KIM 2025 yang diadakan di Kota Tangerang, Banten. Kegiatan ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menandai momen penting bagi komunitas informasi di Indonesia.
Festival ini tidak hanya merayakan prestasi, tetapi juga menjadi ajang untuk mempromosikan pentingnya kualitas informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan dari Fifi mendapatkan apresiasi luas karena menyoroti peran KIM sebagai jembatan informasi yang penting saat ini.
KIM sangat penting dalam mengarahkan kualitas ruang publik. Menurut Fifi, organisai ini menjadi salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas informasi di tingkat desa hingga kota besar.
Menggali Peran Komunitas Informasi dalam Masyarakat
Kegiatan Festival dan Kompetisi KIM adalah wujud apresiasi dari Kementerian kepada semua anggota KIM. Mereka dianggap sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat. Konsep ini sangat relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi yang bisa dipercaya di era digital.
Saat menerima penghargaan, Fifi berharap bahwa momen ini akan memicu semangat agar seluruh anggota KIM lebih aktif berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang baik. Penekanan terhadap kualitas informasi adalah penting, apalagi di tengah banyaknya hoax yang beredar.
Fifi memuji dedikasi para anggota komunitas informasi yang berupaya untuk menjangkau masyarakat dengan program-program pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis dan Sekolah Rakyat. Program-program ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Literasi Digital untuk Generasi Muda
Data terbaru menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 80%, yang berarti sekitar 229 juta orang kini memiliki akses internet. Namun, angka ini juga menunjukkan bahwa 48% dari pengguna adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Hal ini menimbulkan keprihatinan mengenai keamanan informasi yang mereka terima.
Anak-anak yang tumbuh dalam era digital harus dilindungi dari risiko yang ada, seperti konten berbahaya. Fifi menyampaikan bahwa generasi muda kita mesti dibekali dengan keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia digital.
Pemerintah, melalui peluncuran PP Tunas, berupaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Ini termasuk peraturan yang memberikan perlindungan dari berbagai konten berbahaya di media sosial, video, hingga game online.
Kerjasama dan Sinergi dalam Membangun Masyarakat yang Cerdas
Festival ini adalah salah satu langkah penting untuk membangun sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. KIM merupakan medium untuk memastikan bahwa informasi yang diterima publik adalah informasi yang baik dan mendidik. Kerjasama yang baik antara semua pihak sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi informasi.
Pendidikan dan peningkatan keterampilan bagi anggota KIM menjadi fokus utama agar mereka dapat lebih memahami cara mengelola informasi. Hal ini penting agar anggota KIM dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan akan ada lebih banyak program yang dapat memperkuat peran KIM. Selain itu, pengembangan jaringan antara KIM di daerah juga harus diperkuat agar informasi yang mengalir lebih luas dan merata.
















