Pertamina Patra Niaga telah menegaskan komitmennya dalam menyongsong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan etanol dalam bahan bakar minyak. Penggunaan bahan bakar seperti Pertamax Green 95, yang mengandung 5 persen etanol, diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dalam pandangan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, etanol memiliki potensi yang signifikan. Selain mengurangi ketergantungan energi, inovasi ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan dampak positif bagi sektor agribisnis.
Di acara Economic yang disiarkan baru-baru ini, Ega mengemukakan bahwa efek berlipat yang dihasilkan dari penggunaan etanol adalah isu penting yang harus diperhatikan. Penyesuaian dalam pengaturan bahan baku juga sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi konflik antara kebutuhan industri, energi, dan pangan.
Inisiatif untuk Mewujudkan Kemandirian Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menjalin kerjasama strategis dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung semua kebijakan terkait energi.
Dalam penjelasannya, Ega menekankan pentingnya memastikan bahwa permintaan dan pasokan seimbang. Hal ini untuk meminimalisir dampak negatif dari kebijakan energi terhadap sektor pertanian dan pangan.
Contoh konkret dari upaya ini adalah program B10 dan B20, yang melibatkan pencampuran biodiesel dalam bahan bakar. Ega juga mencatat perlunya pasokan etanol yang stabil agar tidak mengganggu produksi bahan bakar murni.
Perkembangan Pertamax Green 95 dalam Pasar
Saat ini, sebanyak 170 SPBU telah menjual Pertamax Green 95, meningkat dari 150 SPBU dalam waktu kurang dari satu tahun sejak peluncurannya. Respon positif dari masyarakat menjadi pendorong bagi Pertamina Patra Niaga untuk memperluas jangkauan produk ini.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyiapkan fasilitas yang memadai guna mendukung distribusi produk. Ini merupakan langkah strategis dalam memastikan pasokan yang berkelanjutan dan handal.
Direktur Utama juga menyebutkan bahwa pada tahun 2026, lebih banyak SPBU dijadwalkan untuk menyediakan Pertamax Green 95. Harapannya, ketersediaan produk ini akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat tentang Energi Bersih
Satu aspek penting dari program ini adalah edukasi masyarakat mengenai penggunaan etanol dalam bahan bakar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat energi bersih yang lebih ramah lingkungan.
Edukasi tersebut akan membantu pengguna memahami kualitas bahan bakar yang mereka gunakan. Masyarakat diharapkan dapat membedakan antara produk bersubsidi dan non-subsidi serta memahami standar kualitas yang diterapkan.
Ega mengingatkan bahwa harga bahan bakar yang lebih rendah tidak selalu menunjukkan kualitas yang lebih buruk. Bahkan, produk non-subsidi pun memiliki kualitas yang sangat baik dan sesuai dengan spesifikasinya.
Pertamina Patra Niaga bertekad untuk menjaga ketersediaan bahan bakar yang terjangkau dan berkelanjutan dari Aceh hingga Papua. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dengan cara yang lebih ramah lingkungan.














