Dewi Aminah adalah seorang perempuan tangguh dari Solo yang berhasil merintis bisnis Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan. Perjalanan hidupnya yang penuh tantangan telah mengajarkan banyak makna tentang ketahanan dan semangat juang, terlebih sebagai seorang ibu yang harus membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta.
Sebelum terjun ke dunia kuliner dengan Iswara Food, Dewi mengelola usaha batik di Pasar Klewer. Usahanya tersebut merupakan sumber penghidupan yang penting bagi keluarganya, sampai suatu peristiwa tragis mengubah segalanya dan memaksanya mencari jalan baru untuk bertahan.
“Saya mulai berdagang batik sejak awal pernikahan hingga anak ketiga lahir. Kehidupan kami cukup baik, tetapi semuanya hancur ketika pasar terbakar,” ungkap Dewi dengan mata yang berkaca-kaca mengenang masa lalu.
Perjuangan Dewi dalam Menyikapi Cobaan Hidup
Tidak ada godaan yang lebih berat selain kehilangan sumber penghidupan. Namun, Dewi tidak menyerah; ia terus berjuang meski dihadapkan pada berbagai cobaan. Situasi semakin kompleks ketika anak ketiganya lahir dengan autisme dan hiperaktivitas, yang memaksa Dewi untuk belajar memasak.
“Awalnya, saya tidak tahu apa-apa tentang memasak, tetapi demi anak saya, saya terpaksa belajar. Dari sana, saya mulai bereksperimen dengan bumbu dan tepung, menciptakan produk yang sehat,” ujar Dewi menceritakan perjalanan barunya.
Dari ketidakpahaman, Dewi bertransformasi menjadi seorang pengusaha yang kreatif. Dia mengubah tepung mokaf menjadi berbagai produk olahan, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan. Hal ini membuktikan bahwa semangat dan kreativitas tak kenal batas.
Perkembangan Bisnis melalui Pelatihan dan Pendampingan
Pada tahun-tahun setelahnya, bisnis Iswara Food menunjukkan perkembangan yang signifikan berkat pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Program ini memberi Dewi wawasan baru mengenai pemasaran dan pengembangan produk yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas bisnis.
“Bimbingan dari BRI selama 10 hari sangat berarti. Saya belajar cara memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen dan cara memperbaiki aspek kemasan produk,” jelas Dewi dengan penuh rasa syukur.
Partisipasi dalam BRIncubator tidak hanya membuat produknya lebih dikenal, tetapi juga menginspirasi Dewi untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Ia mulai melatih ibu-ibu yang membutuhkan, memberikan kursus dan pendampingan untuk memulai usaha mereka sendiri.
Mendukung Perempuan dan Masyarakat Sekitar Melalui Usaha
Dewi percaya bahwa usaha bukan hanya tentang mencari keuntungan diri sendiri, tetapi juga tentang berbagi manfaat kepada orang lain. Ia melatih ibu-ibu yang ingin berbisnis dengan modal kecil, dan membantu mereka dalam proses produksi hingga pemasaran.
“Saya mengajarkan mereka cara membuat produk dan memberikan bimbingan setiap bulan. Banyak dari mereka yang kini telah berhasil memiliki usaha sendiri,” terang Dewi dengan bangga.
Salah satu aspek yang ia perhatikan adalah pemberian izin kesehatan dan halal bagi produk-produk yang mereka hasilkan. Dewi ingin memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar yang baik dan layak untuk dipasarkan.
“Jika ada niat dan usaha, pasti ada jalan. Saya ingin mereka percaya diri untuk menjadi produsen,” ungkapnya. Ini adalah wujud kepedulian Dewi terhadap sesama, membantu mereka mengubah kehidupan melalui usaha.
Corporate Secretary BRI menyatakan bahwa program BRIncubator ini adalah langkah nyata dalam mendukung perkembangan UMKM. “Kami berkomitmen untuk membantu pelaku usaha agar dapat bersaing melalui bimbingan dan akses yang lebih baik,” tambahnya.














