Pebulutangkis muda berbakat Indonesia, Alwi Farhan, berhasil menunjukkan kemampuannya dengan melaju ke perempat final kejuaraan Indonesia Masters 2026. Dalam pertandingan menegangkan di Istora Senayan Jakarta, Alwi menyingkirkan wakil China, Wang Zhengxing, melalui pertarungan sengit yang berlangsung selama tiga gim.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Alwi, yang kini menjadi satu-satunya harapan Indonesia di sektor tunggal putra. Sementara itu, rekan senegaranya, Moh. Zaki Ubaidillah, harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir lebih awal, dan Anthony Sinisuka Ginting terpaksa mundur akibat cedera.
Perjalanan Alwi Farhan Menuju Perempat Final yang Dramatis
Di awal pertandingan, Alwi mengalami kesulitan dalam menentukan ritme permainannya. Wang Zhengxing, dengan pukulan kerasnya, memberikan tekanan lebih pada Alwi yang membuatnya sulit untuk mengembangkan strategi permainan yang efektif.
Sikap Alwi yang tenang di lapangan menjadi kunci kemenangan tersebut. Ia mampu menahan emosi dan fokus pada setiap poin tanpa terbawa suasana tertekan. “Fokus saya hanya satu demi satu poin,” ungkapnya dengan percaya diri seusai pertandingan.
Alwi juga menekankan pentingnya pengalaman dalam meningkatkan kemampuan bertandingnya. Dengan setiap pertandingan, ia belajar untuk lebih baik dalam menghadapi lawan-lawan yang memiliki serangan kuat.
Analisis Taktis Pertandingan Alwi Melawan Wang Zhengxing
Dalam pertarungan melawan Wang Zhengxing, Alwi menghadapi serangan yang sangat bertenaga. Kecepatan dan kekuatan smash Zhengxing mendorong Alwi untuk lebih disiplin dalam mengontrol pola permainan.
Taktik yang diterapkan Alwi adalah memanfaatkan ruang yang ada di lapangan. Ia memperhitungkan setiap posisi serta lawan untuk bisa mengubah arah serangan ke titik yang melemahkan pertahanan Zhengxing.
Pentingnya teknik dan strategi ini tidak hanya terlihat dari kemampuan bertahan, tetapi juga dalam menyerang balik. Alwi mengandalkan kecepatan dan kelincahan untuk mengubah situasi yang pada awalnya tampak sulit menjadi peluang untuk meraih kemenangan.
Pentingnya Adaptasi dalam Setiap Pertandingan Bulutangkis
Alwi menyadari bahwa adaptasi merupakan elemen penting dalam setiap pertandingan. Dalam konferensi pers, ia menekankan perubahan kondisi seperti jenis shuttlecock yang digunakan dalam turnamen ini tidak menjadi halangan baginya.
“Shuttlecock Victor memang terasa sedikit lebih kencang dibandingkan Yonex,” kata Alwi. “Namun sebagai atlet, saya harus bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan dan pencahayaan yang ada.”
Kemampuan adaptasi ini menunjukkan kedewasaan berpikir Alwi yang tidak hanya bergantung pada keahlian teknis, tetapi juga pada keuletan mental dan fleksibilitas dalam menghadapi situasi yang selalu berubah di lapangan.















