Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) telah berhasil meraih posisi teratas sebagai bandara paling terhubung di Asia Tenggara. Sementara, Bandara Changi Singapura menempati urutan kedua di kawasan ini, mengikuti laporan terbaru mengenai peringkat bandara dunia.
Posisi ini menjadi penting karena menunjukkan betapa vitalnya KLIA sebagai pusat transit regional. Dengan banyaknya rute dan jadwal penerbangan yang tersedia, bandara ini semakin mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Dalam laporan yang dikeluarkan oleh OAG Megahubs Index 2025, KLIA keluar sebagai yang terbaik di Asia Tenggara, sedangkan Bandara Changi mengalami kemajuan dengan naik dua peringkat ke posisi ke-11 di dunia. Konsep Megahub mengacu pada bandara yang menyediakan kemudahan konektivitas antar penerbangan, menjadikannya pilihan utama bagi pelancong.
Mengapa KLIA Mendapat Peringkat Tertinggi di Asia Tenggara?
KLIA berada di peringkat paling atas karena menawarkan banyak rute penerbangan yang menghubungkan ke berbagai destinasi internasional. Hal ini menjadikan bandara tersebut sebagai pintu gerbang yang strategis bagi pelancong yang ingin menjelajahi Asia dan sekitarnya.
Fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang ramah juga menjadi nilai tambah bagi KLIA. Penumpang dapat menikmati pengalaman yang nyaman saat transit, serta akses mudah ke destinasi tujuan mereka.
Rute penerbangan yang beragam juga menjadikan KLIA pilihan utama bagi maskapai internasional. Terlebih lagi, kehadiran berbagai maskapai yang melayani bandara ini semakin meningkatkan opsi bagi pelancong.
Perbandingan antara KLIA dan Bandara Changi Singapura
Walaupun Bandara Changi Singapura memiliki reputasi sebagai salah satu bandara terbaik di dunia, kini posisinya di Asia Tenggara tergeser oleh KLIA. Meskipun menawarkan banyak kemudahan, Bandara Changi masih memiliki tantangan untuk kembali ke posisi teratas kawasan ini.
Dengan 28.000 kemungkinan penerbangan lanjutan di bawah Bandara Changi, KLIA memiliki keunggulan dalam hal konektivitas yang luas. Namun, Bandara Changi tetap menjadi pilihan utama bagi pelancong yang menghargai kebersihan dan efisiensi operasional.
Kompetisi antara kedua bandara ini berfungsi sebagai pendorong untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pelancong. Di satu sisi, KLIA terus melakukan inovasi untuk mempertahankan posisi terdepannya di Asia Tenggara.
Peringkat Bandara Berdasarkan OAG Megahubs Index 2025
OAG Megahubs Index menggunakan data penerbangan dari 100 bandara internasional untuk menentukan peringkat ini. Dalam laporan terbaru, Bandara London Heathrow di Inggris menduduki peringkat pertama sebagai yang paling terhubung.
Bandara Istanbul di Turki dan Amsterdam Schiphol di Belanda mengikuti di urutan kedua dan ketiga. Sementara itu, KLIA bersama Bandara Frankfurt menawarkan konektivitas yang sama kuatnya di tingkat global.
Keberhasilan KLIA juga membuktikan bahwa pengembangan infrastruktur dan layanan yang baik sangat penting untuk meraih prestasi di dunia penerbangan. Seiring dengan meningkatnya permintaan perjalanan internasional, Bandara KLIA siap untuk memenuhi tantangan ini.
















