Membersihkan area kewanitaan dengan bidet telah menjadi kebiasaan umum di kalangan perempuan di Indonesia. Meskipun terlihat praktis dan memberikan rasa kebersihan yang lebih, penggunaan bidet harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin timbul.
Dokter Konsultan Urologi Onkologi menjelaskan bahwa tekanan air yang terlalu kuat saat menggunakan bidet dapat menimbulkan beberapa masalah. Salah satu dampak negatifnya adalah gangguan pada keseimbangan bakteri baik dalam vagina, yang justru dapat meningkatkan risiko infeksi.
Vagina mengandung bakteri baik, seperti Lactobacillus, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH dan melindungi dari infeksi. Jika semprotan air bertekanan tinggi mengganggu keseimbangan ini, risiko infeksi jamur dan bakteri pun akan meningkat.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Kewanitaan dengan Bidet
Penelitian menunjukkan bahwa tekanan air yang kuat dapat merusak lapisan pelindung vagina. Akibatnya, area intim menjadi lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti infeksi jamur dan vaginosis bakterialis.
Kondisi ini lebih berisiko dialami para perempuan karena struktur saluran kemih yang lebih pendek. Dampaknya, bakteri dari area luar dapat dengan mudah masuk dan menyebabkan infeksi saluran kemih.
Selain infeksi, semprotan keras dari bidet juga dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada jaringan vagina. Luka-luka mikro yang diakibatkan bisa memicu rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Risiko Infeksi Akibat Penggunaan Bidet yang Tidak Bijak
Infeksi saluran kemih adalah salah satu luka yang sering kali terjadi akibat penggunaan bidet yang tidak benar. Jika tak ditangani, infeksi ini dapat menyebar hingga ke organ reproduksi, seperti rahim dan tuba falopi.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai radang panggul, merupakan masalah serius yang bisa berdampak jauh pada kesehatan reproduksi perempuan. Penanganannya pun memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.
Adanya risiko-risiko ini menunjukkan pentingnya penggunaan bidet dengan cara yang tepat. Pengaturan tekanan air yang rendah dan arah semprotan yang benar menjadi hal yang fundamental untuk menjaga kesehatan kewanitaan.
Cara Aman Menggunakan Bidet untuk Kesehatan Kewanitaan
Agar penggunaan bidet tidak menimbulkan masalah, sangat disarankan untuk menyemprot dengan tekanan yang rendah. Bagian yang dibersihkan sebaiknya hanya area luar vagina dan vulva, bukannya bagian dalam.
Selalu ingat, semprotan air seharusnya diarahkan dari depan ke belakang. Ini untuk mencegah kemungkinan bakteri dari anus masuk ke dalam vagina, yang bisa berpotensi menyebabkan infeksi lebih lanjut.
Selain itu, menghindari praktik douching juga menjadi langkah yang baik. Membersihkan area luar dengan lembut dan mengeringkannya dengan handuk bersih adalah cara yang cukup untuk menjaga kebersihan tanpa risiko kesehatan.
















