Malam pergantian tahun merupakan waktu yang penuh dengan harapan dan refleksi bagi banyak orang. Dalam momentum ini, beberapa individu memilih memberikan makna lebih dengan cara yang berbeda, termasuk menyalakan lilin sebagai simbol harapan dan empati.
Hal ini juga yang dilakukan oleh pasangan desainer ternama, Migi Rihasalay dan suaminya, Andrew James, yang merayakan tahun baru dengan cara unik. Mereka mengundang sahabat dan keluarga untuk berkumpul serta bersama-sama menyalakan seribu lilin, menciptakan suasana yang penuh cahaya dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Perayaan mereka berlangsung di dua lokasi menarik dan eksotis, yakni Karimunjawa, Kabupaten Jepara dan Kampung Joglo, Kabupaten Pandeglang. Dengan lilin yang menyala, mereka ingin menyebarkan optimisme dan semangat baru untuk menyongsong tahun yang akan datang.
Perayaan Tahun Baru dengan Makna Mendalam dan Simbolisme
Ketika mengungkapkan rasa syukur, Migi menyampaikan betapa pentingnya kehadiran orang-orang terdekat dalam perayaan tersebut. Ia berterima kasih kepada suami, keluarga, dan teman-teman yang berpartisipasi, menekankan bahwa bersama mereka, perayaan menjadi lebih berarti.
Perayaan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Duka mendalam bagi warga Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat bencana alam membuat mereka lebih introspektif dalam perayaannya.
Tak hanya sebagai perayaan, acara ini juga ditandai dengan kegiatan doa bersama. Migi Rihasalay menekankan bahwa fokus perayaannya bukan sekadar merayakan pergantian tahun, melainkan juga memberikan dukungan bagi mereka yang masih berjuang menghadapi musibah.
Momen Kebersamaan di Bawah Cahaya Lilin
Selama perayaan, tamu undangan berkumpul dalam suasana hangat di bawah cahaya lilin. Satu demi satu lilin dinyalakan, menandakan harapan yang terus menyala, meskipun tantangan besar dihadapi oleh banyak orang di tanah air.
Dengan dikelilingi oleh orang terkasih, Migi merasakan momen itu sangat signifikan. Rasa syukur dan harapan mengisi ruangan, menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara semua yang hadir.
Lilin-lilin yang menyala juga menjadi simbol pencarian kebangkitan. Setiap cahaya yang muncul adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik, mengingatkan kita semua tentang pentingnya saling mendukung dalam masa-masa sulit.
Refleksi dan Harapan di Tahun yang Baru
Tahun baru selalu membawa harapan baru, namun juga memperhatikan pelajaran dari masa lalu. Kegiatan doa bersama selama perayaan menjadi momen untuk merefleksikan pengalaman dan tantangan yang telah dilalui selama setahun.
Migi menyampaikan keyakinan bahwa ungkapan empati bisa menguatkan ikatan antarwarga. Perayaan yang dipenuhi dengan rasa peduli ini menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang.
Sambil menyalakan lilin, mereka juga berbagi cerita tentang harapan dan rencana untuk tahun berikutnya. Setiap lilin menjadi lambang visi dan impian individu serta kolektif yang diharapkan dapat terwujud di tahun baru ini.
















