Pemeriksaan fungsi ginjal yang menunjukkan penurunan sering kali menimbulkan kepanikan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah penurunan ini bisa kembali normal atau tidak.
Jawaban untuk pertanyaan ini ternyata tidak sesederhana itu. Hal ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk penyebab dan kondisi ginjal yang bersangkutan.
eGFR atau estimated glomerular filtration rate adalah salah satu indikator utama yang digunakan dokter untuk menilai fungsi ginjal. Angka ini memberikan gambaran seberapa efektif ginjal dalam menyaring limbah dari darah.
Pentingnya Memahami eGFR dan Apa Maknanya
Menurut berbagai sumber kesehatan terkemuka, eGFR dihitung berdasarkan pemeriksaan darah, khususnya kadar kreatinin. Kreatinin adalah produk sampingan dari metabolisme otot yang seharusnya dibuang melalui urine.
Nilai eGFR ini membantu dokter untuk mengidentifikasi adanya gangguan pada ginjal dan tingkat keparahannya. Secara umum, klasifikasi nilai eGFR dapat dibagi menjadi beberapa kategori.
Kategori tersebut meliputi: ≥90 (fungsi ginjal normal), 60-89 (tahap awal gangguan ginjal), 15-59 (penyakit ginjal), dan ≤15 (gagal ginjal). Selain itu, albumin dalam urine juga diperiksa sebagai indikator fungsi ginjal.
Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Penurunan eGFR
Penurunan eGFR tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh serangkaian faktor risiko. Di antaranya adalah tekanan darah tinggi, diabetes, dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok dan obesitas.
Penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID, seperti ibuprofen dan naproksen, juga dapat berisiko bagi ginjal ketika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka waktu lama. Namun, tidak semua penurunan eGFR bersifat permanen.
Beberapa kondisi, seperti dehidrasi atau olahraga berat sebelum tes, dapat sementara menurunkan eGFR tanpa menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk diagnosis yang lebih akurat.
Bisakah Fungsi Ginjal Kembali Normal?
Untuk menjawab pertanyaan tentang apakah fungsi ginjal dapat kembali normal, jawabannya adalah mungkin. Dalam banyak kasus, penurunan sementara dapat terjadi akibat cedera ginjal akut.
Jika penyebab, seperti infeksi atau dehidrasi, ditangani dengan tepat, peluang untuk fungsi ginjal kembali membaik cukup ada. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis, kerusakan biasanya bersifat permanen.
Meskipun begitu, ada banyak langkah yang bisa diambil untuk mencegah perburukan kondisi ginjal. Upaya tersebut lebih berfokus pada menjaga fungsi ginjal agar tidak semakin memburuk dari pada mengembalikannya ke kondisi normal.
Enam Langkah Praktis untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Walaupun tidak selalu memungkinkan untuk meningkatkan eGFR, ada kebiasaan sehat yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan perburukan fungsi ginjal. Di bawah ini adalah enam langkah ilmiah yang bisa diterapkan.
1. Kendalikan Gula Darah dan Tekanan Darah
Penting untuk menjaga kontrol terhadap gula darah dan tekanan darah. Kedua faktor ini sangat berpengaruh, dan pengobatan yang tepat serta pemantauan secara rutin dapat membantu.
2. Terapkan Pola Makan Sehat untuk Ginjal
Makanan yang masuk ke dalam tubuh juga berperan penting dalam kesehatan ginjal. Mengurangi asupan garam, lemak jenuh, dan gula tambahan serta meningkatkan konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian sangat dianjurkan.
3. Jaga Hidrasi dengan Cermat
Minum cukup air sangat penting bagi kesehatan ginjal, tetapi kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda. Bagi pasien dengan penyakit ginjal lanjutan, perhatian khusus terhadap asupan cairan diperlukan.
4. Waspadai Penggunaan NSAID
Obat nyeri yang dijual bebas seperti NSAID harus digunakan dengan hati-hati, karena penggunaan yang berlebihan bisa merusak ginjal. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk alternatif pereda nyeri yang lebih aman.
5. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik yang teratur juga dapat membantu dalam mengontrol tekanan darah dan gula darah. Dengan menjaga tubuh tetap aktif, kesehatan ginjal dapat terjaga lebih baik.
6. Berhenti Merokok
Merokok memiliki dampak buruk terhadap kesehatan pembuluh darah, termasuk yang mengalir ke ginjal. Menghindari kebiasaan ini akan sangat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, penting untuk diingat bahwa penurunan fungsi ginjal tidak selalu berarti akhir dari segalanya. Dalam banyak kasus, fungsi ginjal dapat membaik asalkan penyebab yang mendasari dapat diatasi.
Namun, jika kerusakan ginjal bersifat kronis, langkah utama adalah mengelola kondisi agar tidak semakin memburuk. Melalui perubahan gaya hidup yang sehat dan pengelolaan medis yang tepat, individu masih dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik meskipun terdapat penurunan fungsi ginjal.
















