Menteri Pertanian menegaskan bahwa ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dipastikan aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah akan terus memantau stok, harga, dan distribusi pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
“Nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan menjadi semangat kita dalam menjaga pangan nasional,” ungkap Menteri Pertanian. Negara wajib hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat, termasuk pada saat perayaan penting seperti Natal.
Amran, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa stok sejumlah komoditas pangan strategis berada dalam posisi yang menguntungkan. Stok beras diperkirakan mencapai 3,53 juta ton hingga akhir 2025, dan pasokan minyak goreng juga mencukupi kebutuhan nasional.
Pengesahan Ketersediaan Pangan Menjelang Akhir Tahun 2025
Dalam konteks ini, Menteri Pertanian juga menyampaikan informasi mengenai posisi stok pangan yang solid. Amran menegaskan, “Kita produsen minyak goreng yang menyuplai dunia. Stok kita aman dan beras kita, dengan 3,53 juta ton, merupakan yang tertinggi.” Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan.
Khususnya untuk komoditas protein hewani seperti telur dan daging ayam, pemerintah telah melakukan pengecekan langsung ke peternak. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan dan harga tetap stabil di pasar, terutama menjelang momen perayaan.
Amran menegaskan pentingnya stabilitas harga dan pasokan, dengan menambahkan pesan kepada pengusaha agar tidak memanfaatkan situasi. “Stok kita cukup. Jangan ada yang memainkan keadaan menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya tegas.
Faktor Cuaca dan Stabilitas Harga Komoditas Hortikultura
Sementara itu, Amran juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas hortikultura, seperti cabai, masih sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Meskipun ada kenaikan harga yang wajar di beberapa komoditas, penting untuk menjaga harga eceran tertinggi (HET) bagi komoditas strategis lainnya.
Ia menyoroti bahwa kenaikan harga cabai yang terjadi akibat hujan masih dapat dimaklumi. Namun, komoditas lain seperti beras, minyak goreng, telur, dan ayam tidak boleh mengalami kenaikan harga karena Indonesia sedang surplus dalam komoditas tersebut.
Pemerintah juga sudah mencium adanya dugaan pelanggaran HET minyak goreng oleh beberapa produsen. Dalam hal ini, pemerintah, melalui Satgas Pangan, akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di tingkat produsen.
Proyeksi Ketersediaan Telur Ayam Ras Menjelang Lebaran 2026
Menariknya, untuk telur ayam ras, Menteri Pertanian menjamin ketersediaan nasional aman hingga Lebaran 2026. Proyeksi neraca pangan mengindikasikan kebutuhan konsumsi telur ayam ras pada 2025 diperkirakan mencapai 6,487 juta ton, dengan produksi juga mencukupi. Ini menunjukkan surplus yang menjanjikan untuk kebutuhan masyarakat.
Stok akhir tahun 2025 diperkirakan akan meningkat signifikan, menciptakan rasa aman di kalangan konsumen. Melihat proyeksi yang ada, stok akhir tahun dapat mencapai 74,5 ribu ton, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah menegaskan fluktuasi harga telur bersifat musiman, dan pengaruhnya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak signifikan. Ini memudahkan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.















