Menteri Koordinator Bidang Pangan telah menunda rapat koordinasi terbatas mengenai penetapan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2026, yang seharusnya diadakan pada hari Selasa. Penundaan ini terjadi karena ketidakhadiran sejumlah menteri penting yang seharusnya terlibat dalam pembahasan ini.
Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB di Kantor Kementerian ini akhirnya harus diskors kembali. Henri yang akrab disapa Zulhas keluar dari ruang rapat sekitar pukul 15.05 WIB tanpa memberikan pernyataan resmi mengenai situasi yang berlangsung.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, menjelaskan bahwa rapat tidak dapat dilanjutkan karena beberapa menteri kunci tidak hadir. Ketidakhadiran ini berpengaruh pada proses pembahasan yang direncanakan.
Situasi Rapat yang Tidak Menguntungkan bagi Pembahasan
Tatang mengungkapkan bahwa beberapa menteri, seperti Menteri Perindustrian dan Menteri Kelautan dan Perikanan, tidak dapat hadir dalam rapat tersebut. Hal ini memicu penundaan, di mana Tatang menegaskan bahwa rapat harus kembali dijadwalkan hingga semua pihak terkait dapat hadir.
Ketika ditanya tentang kapan rapat akan dilanjutkan, Tatang memastikan bahwa agenda tersebut akan diatur ulang dalam waktu dekat. Ia menegaskan pentingnya kehadiran para menteri untuk memastikan pembahasan berjalan efektif.
Dalam rapat tersebut, pembahasan mengenai komoditas pangan belum dilakukan secara lengkap, dan Tatang menyatakan bahwa hal ini akan menjadi fokus utama pada rapat selanjutnya. Ini menunjukkan urgensi untuk menyelesaikan pembahasan yang tertunda guna menjaga stabilitas pangan di masa mendatang.
Pentingnya Kehadiran Menteri dalam Pembahasan Strategis
Meski sejumlah menteri tidak hadir, rapat tetap dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi lainnya, seperti Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Pusat Statistik. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi meskipun tidak semua yang diharapkan hadir.
Rapat diadakan untuk membahas strategi pemulihan ketahanan pangan pascabencana di beberapa provinsi, serta penetapan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2026. Selain itu, persiapan sektor pangan menjelang Natal dan Tahun Baru juga menjadi salah satu agenda yang diperhatikan.
Pemimpin rapat, Menko Pangan, memberikan informasi mengenai agenda dan peserta rapat yang diundang. Meskipun rapat belum dapat dilanjutkan, hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antar kementerian terkait untuk mencapai tujuan bersama dalam bidang pangan.
Proses Penjadwalan Ulang Rapat selanjutnya
Dikhawatirkan bahwa penundaan ini akan mempengaruhi proses penetapan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2026 jika tidak segera ditangani. Dengan ketidakpastian waktu dan kehadiran para menteri, efektivitas rapat dapat terhambat.
Sebelumnya, rapat serupa juga harus diskors karena menghadapi masalah yang sama. Pemimpin rapat mendorong setiap menteri untuk lebih berkomitmen dalam menghadiri rapat yang berkaitan dengan kebijakan penting.
Penting untuk mengagendakan ulang rapat agar semua pihak dapat terlibat dalam diskusi yang produktif. Ini menunjukkan bahwa kerjasama antar kementerian merupakan kunci dalam menghadapi tantangan di sektor pangan.
















