Sebelum menggelar konser yang dinanti-nanti di Jakarta, Lisa BLACKPINK memanfaatkan momen untuk merayakan Halloween dengan cara yang unik dan menarik. Idola berdarah Thailand ini memilih untuk mengubah penampilannya menjadi karakter dari “Jibaro,” sebuah episode yang mendapat penghargaan Emmy dari serial “Love, Death + Robots” yang tayang di Netflix.
Lisa menunjukkan bakatnya dalam berpenampilan dengan kostum yang sangat detail, menggambarkan kecantikan mistis karakter “Wanita Emas” dalam serial tersebut. Karakter ini dikenal sebagai sosok supernatural yang memikat para pria hingga membawa mereka pada takdir yang kelam.
Dalam unggahan Instagram-nya pada tanggal 31 Oktober 2025, pelantun hits seperti “MONEY” itu membagikan foto-foto dirinya dengan kostum berkilauan berwarna emas dari kepala hingga kaki. Ia mengenakan jumpsuit yang dilapisi dengan rantai, dihiasi manik-manik, dan rumbai metalik yang membuat penampilannya semakin mencolok.
Untuk melengkapi penampilannya, Lisa menghias kepala dengan aksesori yang rumit dan mengenakan riasan dramatis yang menonjolkan warna-warna kemerahan dan periwinkle. Ia juga menggunakan lipstik merah yang dihiasi dengan permata, menambah kesan glamor pada karakternya.
Perayaan Halloween yang Berkesan dengan Tema Kreatif
Halloween bukan hanya sekedar momen untuk berpakaian kostum; itu juga merupakan kesempatan bagi para penggemar untuk mengekspresikan diri. Dengan berbagai karakter yang bisa dipilih, banyak yang berusaha memberikan sentuhan pribadi dalam penampilan mereka.
Lisa, sebagai salah satu ikon mode dan gaya hidup, selalu berhasil menarik perhatian publik dengan pilihan kostum dan penampilannya. Transformasinya menjadi karakter dari “Jibaro” dapat dilihat sebagai pernyataan artistik yang mencerminkan kedalaman dan kompleksitas karakter tersebut.
Rasa kreativitas yang ditunjukkan oleh Lisa mengajak para penggemar untuk diingatkan akan daya tarik dunia horor dan fantasi. Kostumnya yang menawan serta aksesori yang dipilih dengan hati-hati membuat dirinya tampak menonjol di antara banyaknya perayaan yang diadakan pada Halloween tahun ini.
Tak heran, banyak penggemar yang mengagumi penampilannya dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk kostum mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan Halloween bisa berjalan di jalur yang memadukan elemen dari budaya pop dan seni.
Dampak Media Sosial dalam Momen Perayaan
Media sosial turut berperan penting dalam menyebarkan semangat Halloween, terutama untuk para selebriti seperti Lisa BLACKPINK. Unggahan foto kostumnya di Instagram bukan hanya menjadi sorotan, tetapi juga menciptakan buzz di kalangan penggemar.
Dari interaksi di kolom komentar hingga berbagi foto, momen-momen seperti ini menghubungkan fans dengan idola mereka. Keterlibatan di media sosial membangun rasa komunitas dan kebersamaan, membuat perayaan lebih bermakna.
Tidak hanya Lisa, banyak selebriti lainnya juga menggunakan platform ini untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Ini membuktikan bahwa Halloween telah menjadi bagian integral dari budaya populer yang saling berhubungan dengan berbagai elemen, termasuk fashion dan seni visual.
Dalam konteks ini, momen sederhana seperti mengenakan kostum menjadi lebih dari sekadar seremonial; itu adalah jalur untuk berbagi ide dan inspirasi. Fenomena ini menggambarkan kekuatan media sosial dalam menciptakan pengalaman kolaboratif bagi pencinta seni dan hobi.
Makna Halloween dalam Konteks Budaya Kontemporer
Halloween memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang, tergantung pada bagaimana mereka merayakannya. Untuk banyak orang, ini adalah kesempatan untuk berimajinasi dan mengeksplorasi sisi lain dari diri mereka.
Tradisi berpakaian kostum sudah menjadi budaya yang kaya dan menarik untuk diperhatikan. Banyak yang melakukannya sebagai sarana untuk melarikan diri dari kenyataan, sambil merayakan kebebasan berekspresi.
Lisa dan banyak tokoh lainnya dapat dilihat sebagai simbol dari kemampuan untuk merangkul berbagai aspek dalam hidup. Mengubah penampilan menjadi karakter tertentu bukan hanya sekadar menyenangkan, tetapi juga melambangkan kebebasan dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Perayaan ini juga mengedukasi masyarakat tentang warisan budaya dan tradisi dari berbagai belahan dunia, menjadikan Halloween tidak hanya sebuah event lokal, tetapi juga perayaan global yang diadaptasi dengan sentuhan lokal masing-masing.
















