Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanggilan platform-platform besar seperti TikTok dan Meta tidak dilatarbelakangi oleh isu sensor konten yang muncul saat aksi demonstrasi. Sebaliknya, diskusi yang berlangsung lebih terfokus pada moderasi konten secara umum yang sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait konten-konten negatif yang beredar di platform digital.
Nezar mengungkapkan bahwa moderasi konten merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga menekankan bahwa isu ini bukanlah hal baru, tetapi merupakan bagian dari komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan platform digital.
Dengan tujuan menjaga kesehatan informasi di masyarakat, Nezar menekankan pentingnya penanganan konten yang ilegal, seperti judi online, yang sangat berbahaya jika dibiarkan. Ia juga menjelaskan bahwa ada upaya serius dari pemerintah untuk membangun sistem moderasi yang lebih efektif dalam menangani berbagai konten yang dapat merugikan publik.
Tindakan Moderasi Konten dalam Era Digital
Discusi mengenai moderasi konten di platform sosial media tidak terlepas dari tanggung jawab yang diemban oleh pemerintah dan perusahaan teknologi. Banyaknya konten yang tidak sesuai dengan peraturan berlaku menjadi alasan utama pemanggilan tersebut. Seharusnya, kepatuhan terhadap peraturan hukum yang ada menjadi bagian integral dari operasional platform-platform tersebut.
Nezar mengharapkan adanya kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan platform digital, terutama dalam hal pengawasan konten. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan bersih dari konten berbahaya. Kesadaran akan tanggung jawab dalam moderasi konten harus dipahami oleh semua pihak.
Sebagai langkah konkret, Nezar menyarankan agar platform-platform ini lebih proaktif dalam menanggulangi konten negatif dan berpotensi merusak masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan teknologi yang lebih canggih dan memperkuat tim moderasi untuk menangani masalah secara efektif dan efisien.
Pengaruh Konten Negatif Terhadap Masyarakat
Pentingnya mengatasi konten negatif di platform digital sangat relevan mengingat dampak yang dapat ditimbulkan. Konten disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian adalah jenis konten yang harus menjadi perhatian utama. Ketidakpastian informasi dapat merusak kepercayaan publik dalam demokrasi dan menimbulkan gejolak di masyarakat.
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menjelaskan bahwa konten tersebut bisa mengganggu proses penyampaian aspirasi di kalangan masyarakat. Banyak pihak yang ingin mengungkapkan pendapat mereka secara damai justru terpengaruh oleh narasi-narasi negatif yang menyebar di media sosial.
Siklus komunikasi yang dipenuhi dengan konten DFK dapat membingungkan dan mendorong tindakan anarkis. Sebaiknya, platform sosial media harus dapat mengidentifikasi dan menghentikan penyebaran informasi yang merugikan sebelum mencapai audiens yang lebih luas.
Langkah ke Depan dalam Moderasi Konten
Dalam upaya untuk terus meningkatkan moderasi konten, penegakan hukum sangat diperlukan agar semua platform digital mematuhi pedoman yang telah ditetapkan. Tindakan tegas terhadap konten yang melanggar dapat menjadi langkah preventif yang sangat efektif. Di samping itu, keberadaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi alat yang berharga untuk melakukan penyaringan otomatis terhadap konten berbahaya.
Angga Raka juga menyatakan bahwa bukan maksud pemerintah untuk membungkam kebebasan berekspresi, tetapi lebih pada menciptakan suasana yang kondusif untuk diskusi yang sehat. Dengan kata lain, aspirasi masyarakat seharusnya disampaikan dalam kerangka yang sesuai dengan norma hukum dan etika sosial.
Dengan memfokuskan perhatian pada konten yang provokatif dan menyesatkan, pemerintah berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap platform digital. Hal ini penting untuk menjaga agar setiap pernyataan dan tindakan yang diambil berada dalam koridor yang benar dan tidak merusak kerukunan sosial.