Peningkatan transportasi publik di Jakarta semakin terlihat nyata dengan adanya tambahan rangkaian kereta untuk LRT Jabodebek. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan penumpang, khususnya pada waktu-waktu sibuk. Dengan tujuan untuk memberikan layanan yang lebih baik, penambahan ini diharapkan dapat mempercepat waktu tunggu kereta bagi pengguna.
Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menegaskan pentingnya penambahan rangkaian ini. Hal ini diharapkan bukan hanya akan meningkatkan frekuensi kedatangan tetapi juga memberikan kenyamanan bagi penumpang setia yang menggunakan layanan ini setiap hari.
Di tengah tren meningkatnya jumlah pengguna, LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus beradaptasi dan meningkatkan layanannya. Dengan penambahan dua trainset, total rangkaian kereta yang beroperasi akan mencapai 26 rangkaian, membawa harapan baru bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi ini.
Pentingnya Penambahan Rangkaian Kereta di Jakarta
Kepadatan di transportasi umum merupakan masalah yang kerap dihadapi kota besar, termasuk Jakarta. Dalam konteks ini, penambahan rangkaian kereta LRT Jabodebek merupakan langkah strategis yang diambil untuk menghadapi tantangan tersebut.
Dengan bertambahnya dua rangkaian kereta, diharapkan headway atau waktu tunggu kereta dapat dipersingkat. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi penumpang, terutama di pagi dan sore hari saat banyak orang berangkat dan pulang kerja.
Mochamad Purnomosidi menjelaskan bahwa penambahan ini juga berkaitan dengan perencanaan jadwal yang sudah disusun. Dengan adanya rangkaian baru, frekuensi perjalanan kereta per hari pun akan meningkat, sehingga pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kereta.
Statistik Pengguna LRT Jabodebek yang Meningkat Pesat
Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2021, LRT Jabodebek telah melayani lebih dari 43 juta pengguna. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
Pada tahun pertama, jumlah pengguna mencapai sekitar 17 juta orang, sedangkan dalam tahun kedua berhasil mencatatkan lebih dari 26 juta pengguna. Ini merupakan kenaikan yang cukup mencolok, yakni sebesar 57 persen, yang menunjukkan semakin banyaknya orang yang beralih menggunakan transportasi publik.
Rata-rata pengguna di hari kerja juga mengalami lonjakan, meningkat dari 54.640 menjadi 90.931. Sementara itu, untuk akhir pekan, rata-ratanya naik dari 30.842 menjadi 40.599 pengguna. Ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya diminati pada hari kerja, tetapi juga di akhir pekan.
Pengembangan Infrastruktur dan Layanan LRT Jabodebek
Peningkatan jumlah rangkaian kereta tentu diimbangi dengan pengembangan infrastruktur yang memadai. Pihak LRT Jabodebek terus berusaha untuk meningkatkan fasilitas yang ada agar pengguna dapat merasakan kenyamanan lebih.
Dari segi perjalanan, perubahan jadwal baru telah disiapkan yang mencakup dua rangkaian baru. Total perjalanan yang dilakukan per harinya pun akan meningkat secara signifikan, menghasilkan lebih banyak kesempatan bagi penumpang untuk menggunakan layanan ini.
Dengan penambahan frekuensi perjalanan menjadi 424 per hari dari sebelumnya 396, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dan waktu yang fleksibel saat menggunakan LRT Jabodebek. Ini adalah salah satu upaya untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke transportasi publik.