PT Astra Honda Motor (AHM) yang bekerja sama dengan jaringan dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia, baru-baru ini menggelar Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026. Acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri demi meningkatkan kualitas vokasi di tanah air.
Pada FeVoSH 2026, sebanyak 30.180 peserta hadir, yang terdiri dari siswa dan guru dari berbagai SMK Mitra Astra Honda. Kegiatan ini telah dimulai sejak September 2025, berlanjut hingga Februari 2026, dengan melalui serangkaian seleksi ketat untuk menentukan peserta terbaik di tingkat nasional.
FeVoSH 2026 juga mencerminkan komitmen AHM untuk menyelaraskan Kurikulum Merdeka dengan program studi Teknik Sepeda Motor. Selain pengujian teori, kegiatan ini juga mencakup praktik yang mengasah kemampuan teknis siswa dan guru di bidang sepeda motor.
Peserta diuji dalam memelihara dan memperbaiki sepeda motor Honda sesuai standar industri. Pengujian ini meliputi penguasaan alat ukur dan teknik menjaga performa kendaraan agar optimal.
Di sisi guru, kompetensi dalam penyampaian materi ajar menjadi fokus penilaian baru tahun ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pengajaran di SMK. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pendidikan vokasi.
Pengaruh Festival Vokasi Satu Hati Terhadap Pendidikan Vokasi di Indonesia
Festival Vokasi Satu Hati bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga platform untuk membangun kolaborasi yang kuat antara pendidikan dan industri. Melalui festival ini, AHM menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang vokasi.
AHM berkomitmen untuk membekali siswa dan guru dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki kualifikasi yang dicari oleh perusahaan, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Partisipasi para siswa dan guru dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi terhadap pendidikan vokasi. Hal ini mencerminkan harapan masyarakat untuk adanya perubahan positif dalam sistem pendidikan di tanah air.
Kompetisi dan Seleksi dalam FeVoSH 2026
Kompetisi di FeVoSH diadakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Setiap sekolah menghadirkan perwakilan terbaiknya yang telah melalui proses seleksi yang ketat untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Kriteria penilaian mencakup tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal dan pedagogis. Hal ini memungkinkan penilaian yang lebih holistik terhadap calon tenaga kerja di bidang teknik sepeda motor.
Peserta yang terpilih mengikuti berbagai jenis ujian, baik teori maupun praktik, untuk mengukur kompetensi mereka secara menyeluruh. Mereka akan berhadapan langsung dengan alat dan prosedur yang digunakan di industri, menjadikan pengalaman ini sangat berharga.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi
Guru memainkan peranan penting dalam keberhasilan pendidikan vokasi. Melalui Festival Vokasi Satu Hati, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar tetapi juga sebagai mentor yang membimbing siswa dalam proses belajar mereka.
Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru menjadi salah satu fokus utama dalam acara ini. Dengan memperkuat kapasitas pedagogis guru, diharapkan mereka mampu menyampaikan materi dengan cara yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Keterlibatan guru dalam kompetisi ini juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana mendekatkan materi pendidikan dengan kebutuhan dunia industri. Melalui pemahaman yang lebih mendalam, proses pengajaran diharapkan dapat disesuaikan dengan perkembangan terbaru di lapangan.
Langkah Selanjutnya untuk Pendidikan Vokasi di Indonesia
Keberhasilan FeVoSH 2026 menjadi momentum bagi AHM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Program-program lanjutan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa dan guru, sehingga manfaatnya lebih luas.
AHM berencana menghadirkan lebih banyak pelatihan dan program pengembangan yang berfokus pada kebutuhan industri di masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui kerja sama di berbagai sektor, pendidikan vokasi dapat berkembang pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian negara. Dengan fokus pada inovasi dan kolaborasi, masa depan pendidikan vokasi di Indonesia terlihat lebih cerah dan penuh harapan.














