Senyawa aktif dalam teh hijau, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), dikenal karena efek neuroprotektifnya. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara teratur dapat memperlambat penurunan kognitif, sehingga memiliki potensi untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif.
Dengan meningkatnya minat pada gaya hidup sehat, minuman ini semakin populer sebagai alternatif untuk meningkatkan kesehatan otak. Banyak orang mulai memasukkan teh hijau dalam rutinitas harian mereka demi manfaat jangka panjang yang dapat diberikan oleh kandungan senyawanya.
Teh Hijau Tanpa Kafein atau Teh Hijau Biasa: Apa Bedanya?
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa air panas dapat efektif dalam menghilangkan kafein, sementara tetap mempertahankan senyawa bermanfaat lainnya dalam teh hijau. Namun, proses ini sangat dipengaruhi oleh faktor waktu dan suhu saat penyeduhan.
Kandungan polifenol dalam teh hijau tanpa kafein biasanya berbeda dengan teh hijau biasa. Diperkirakan polifenol pada teh hijau biasa bisa mencapai puluhan hingga ratusan mg per 100 ml, sedangkan teh hijau tanpa kafein memiliki karakteristik rendah oksidasi yang membantu mempertahankan kualitas polifenolnya.
Seberapa Banyak Teh Hijau yang Sebaiknya Diminum dalam Sehari?
Menurut rekomendasi dari Food and Drug Administration (FDA), orang dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari. Untuk memberikan gambaran, satu cangkir teh hijau dengan ukuran 8 ons mengandung sekitar 29 mg kafein.
Pentingnya Senyawa dalam Teh Hijau untuk Kesehatan
Banyak penelitian menunjukkan bahwa senyawa seperti EGCG dan L-theanine berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesehatan otak. Kedua senyawa ini tidak hanya membantu merangsang gelombang otak yang menenangkan tetapi juga meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Selain itu, EGCG juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Sifat ini menjadikan teh hijau sebagai salah satu pilihan minuman sehat yang bisa membantu meningkatkan kualitas hidup.
Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi teh hijau secara rutin cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam tes kognitif. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi jangka panjang dapat berdampak positif pada fungsi otak.
Manfaat Kardiovaskular dari Teh Hijau
Penting untuk diketahui bahwa teh hijau juga memiliki manfaat untuk kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam teh hijau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Hal ini sangat penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
Lebih jauh lagi, konsumsi teh hijau secara teratur juga diasosiasikan dengan penurunan tekanan darah. Ini adalah informasi yang sangat berharga bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
Banyak individu yang mengadopsi gaya hidup sehat menganggap teh hijau sebagai bagian penting dalam diet mereka. Kombinasi antara pola makan seimbang dan konsumsi teh hijau dapat meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Kapan Waktu Terbaik untuk Mengonsumsi Teh Hijau?
Waktu konsumsi teh hijau dapat mempengaruhi manfaat yang diperoleh. Banyak ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi teh hijau di pagi hari untuk mendapatkan efek peningkatan energi tanpa kafein berlebih. Ini sangat membantu dalam menjaga fokus sepanjang hari.
Mengonsumsi teh hijau setelah makan juga dapat membantu dalam proses pencernaan. Kandungan tannin dalam teh hijau dapat membantu meringankan ketidaknyamanan perut bagi sebagian orang.
Namun, ada juga yang menghindari mengonsumsi teh hijau sebelum tidur. Ini disebabkan oleh kandungan kafein dalam teh yang dapat mengganggu kualitas tidur, meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan kopi.
















