Kebakaran terjadi di dermaga Teluk Chalong, Phuket, Thailand pada pagi hari Rabu, 7 Januari 2026. Peristiwa ini menimbulkan kerugian besar bagi industri pariwisata setempat, dengan 22 kapal wisata hancur akibat kobaran api yang cepat menyebar.
Kebakaran ini terjadi seiring dengan banyaknya kapal yang telah terisi penuh bahan bakar untuk tur yang dijadwalkan, meningkatkan dampak kerugian material yang mencapai 38 juta baht atau sekitar Rp 20 miliar. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa, namun situasi ini sangat mengkhawatirkan operator tur yang terpaksa membatalkan banyak jadwal perjalanan.
Operator wisata mengungkapkan bahwa ribuan wisatawan tidak dapat berangkat karena armada kapal yang tersisa tidak mampu memenuhi permintaan. Selain itu, mereka menyebut kejadian ini sebagai bencana parah yang mengganggu rencana wisata di pulau resor terkenal tersebut.
Pengaruh Besar Kebakaran Terhadap Industri Pariwisata
Industri pariwisata merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Thailand, dan kebakaran di Teluk Chalong ini menambah tantangan yang sudah ada. Kebakaran ini diperkirakan akan berdampak jangka panjang, terutama bagi perusahaan tur yang kehilangan aset utama mereka.
Para wisatawan yang sudah merencanakan liburan di pulau ini terpaksa mencari alternatif lain, yang tentunya menambah beban ekonomi bagi daerah tersebut. Kerugian tidak hanya berasal dari kerusakan fisik, tetapi juga dari hilangnya peluang bisnis selama periode puncak wisata.
Dengan banyaknya tur yang dibatalkan, operator tur dihadapkan pada kebutuhan untuk menjadwalkan ulang dan bernegosiasi dengan pelanggan tentang pengembalian dana. Hal ini menambah kompleksitas bagi bisnis yang sudah terkena dampak oleh kebakaran.
Proses Pemadaman dan Tanggapan Darurat
Setelah menerima laporan sekitar pukul 4 pagi, polisi dan tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran dari empat kotamadya bersiaga untuk mengendalikan kobaran api, dengan banyak dari mereka terpaksa memotong tali tambat untuk memisahkan kapal-kapal yang terbakar.
Pada saat yang sama, akses ke dermaga terhambat oleh air surut yang menjadi kendala dalam upaya pemadaman. Keberadaan angin kencang turut memperburuk situasi, memungkinkan api cepat menyebar ke kapal-kapal lainnya di dekatnya.
Setelah beberapa jam berjuang melawan api, pihak berwenang berhasil mengendalikan situasi. Gubernur Phuket, Nirat Pongsitthaworn, kemudian memerintahkan untuk memindahkan kapal-kapal yang rusak serta mendistribusikan busa pemadam kebakaran untuk mencegah pencemaran laut akibat bahan bakar dan puing-puing yang tersisa.
Pentingnya Keselamatan di Pelabuhan dan Dermaga
Kejadian kebakaran di dermaga ini menyoroti pentingnya keselamatan di pelabuhan dan dermaga, terutama di area yang sibuk dengan aktivitas wisata. Para ahli mengingatkan bahwa prosedur keamanan harus diperketat untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Investasi dalam perangkat pemadam kebakaran dan rencana tanggap darurat perlu menjadi prioritas agar insiden yang merugikan ini tidak terulang. Kesadaran akan risikonya perlu ditingkatkan, terutama ketika berkaitan dengan kapal yang membawa bahan bakar dalam jumlah besar.
Selain itu, dan penting untuk melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk operator tur dan pemerintah setempat, dalam merencanakan langkah-langkah pencegahan. Kolaborasi ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi wisatawan dan operator di masa mendatang.















