Kerinduan akan masa sebelum smartphone mendominasi kehidupan sehari-hari semakin kerap terdengar di antara banyak orang. Banyak yang membayangkan kembali ke era tanpa ponsel pintar, di mana interaksi sosial lebih hidup dan tidak terputus oleh notifikasi yang mengganggu.
Ketidaknyamanan akibat ketergantungan pada perangkat digital membuat banyak dari kita merindukan kesederhanaan yang ditawarkan oleh kehidupan analog. Di tengah pandemi, istilah “doomscrolling” menjadi populer, mencerminkan perilaku menghabiskan waktu untuk membaca berita negatif di media sosial.
Konsep ini muncul ketika akses ke berita menjadi sangat penting, namun dampaknya terhadap kesehatan mental bisa menghancurkan. Banyak individu mengalami kecemasan dan ketidakpastian akibat terus-menerus terpapar informasi buruk yang tiada henti.
Saat ini, di tengah kelelahan digital, terdapat sebuah tren yang berkembang, yaitu “kembali ke analog”. Dari menikmati musik di piringan hitam hingga fotografi menggunakan kamera film, berbagai cara ini dianggap sebagai upaya melawan ketergantungan digital yang berlebih.
Berbagai saran untuk mengurangi waktu layar pun bertebaran, tetapi banyak di antaranya mungkin terasa terlalu sederhana. Pendidik dan penulis berpengalaman dalam teknologi mengusulkan strategi yang lebih konkret untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat digital.
Berikut adalah 15 cara yang dapat membantu Anda mengurangi waktu yang dihabiskan di layar ponsel, sekaligus menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Mengenali Pola Penggunaan Ponsel Anda Adalah Kunci
Poin pertama adalah pentingnya mengenali pola penggunaan ponsel. Cobalah untuk menyadari alasan di balik tindakan mengambil ponsel, apakah karena kebosanan, kecemasan, atau sekadar kebiasaan.
Memahami kebutuhan emosional yang melatarbelakangi perilaku ini adalah langkah awalannya. Pendidik ternama Ash Brandin mengungkapkan bahwa ini adalah kunci untuk memulai perubahan positif.
Dengan kesadaran tersebut, Anda bisa mulai memikirkan cara alternatif yang lebih produktif untuk mengatasi emosi yang ada. Mengubah perspektif menjadi lebih positif adalah langkah penting untuk mengendalikan perilaku tersebut.
Sebagai cara untuk lebih memvisualisasikan perilaku ini, mencatat momen ketika Anda merasa terdorong untuk memeriksa ponsel bisa jadi bermanfaat. Hal ini memberikan wawasan mengenai kebiasaan Anda dan membantu Anda mengambil tindakan yang lebih positif.
Menggunakan Pengingat Fisik untuk Mengurangi Ketergantungan
Pakar kesehatan Catherine Price menyarankan pengguna untuk memanfaatkan pengingat fisik, seperti mengikatkan karet gelang di sekitar ponsel. Langkah sederhana ini dapat membantu putus siklus otomatis saat tangan ingin meraih ponsel.
Cara ini sangat bermanfaat, terutama saat Anda merasa godaan untuk memeriksa ponsel tiba-tiba muncul. Dengan adanya pengingat visual, Anda dapat lebih waspada terhadap dorongan tersebut.
Harga diri dan konsentrasi juga bisa meningkat ketika Anda menyadari bahwa semua orang punya tantangan dalam mengelola waktu layar. Jadi, jangan ragu untuk mencari metode yang paling cocok bagi diri sendiri.
Agar strategi ini efektif, luangkan waktu untuk merenung dan pertimbangkan adaptasi cara-cara lain yang sejalan dengan tujuan Anda. Langkah kecil bisa menghasilkan dampak yang besar jika dilakukan secara konsisten.
Strategi Membatasi Penggunaan Aplikasi
Satu studi dari Duke University menunjukkan bahwa banyak orang mengatur batas waktu penggunaan aplikasi secara fleksibel, yang terkadang tidak efektif. Mengadopsi pembatasan yang lebih ketat bisa menjadi alternatif yang lebih baik.
Dengan menetapkan aturan yang jelas, Anda memberikan diri Anda batasan yang tidak mudah dilanggar. Hal ini mendorong pengguna untuk lebih bijak dalam mengelola waktu yang dihabiskan di aplikasi tertentu.
Penggunaan aplikasi pemblokir juga perlu dipertimbangkan. Dengan memanfaatkan alat seperti Freedom atau Opal, pengguna dapat memblokir akses ke aplikasi yang dapat mengalihkan perhatian.
Penting untuk menyadari bahwa teknologi dapat menjadi alat yang membantu, bukan menghambat. Dengan mengoptimalkan penggunaannya, Anda dapat mencapai keseimbangan antara produktivitas dan istirahat.
Menciptakan Ritual Sehari-hari untuk Mengurangi Waktu Layar
Disarankan untuk menyimpan ponsel di luar jangkauan saat bekerja agar Anda lebih leluasa berkonsentrasi. Peneliti dari Georgetown University mengatakan simpan ponsel di dalam tas atau jaket dapat membantu fokus pada pekerjaan.
Selain itu, menggunakan jam alarm fisik untuk menggantikan ponsel saat tidur akan membuat Anda bangun tanpa gangguan notifikasi. Dengan cara ini, Anda dapat memulai hari dengan pikiran yang lebih jernih.
Mencari kesenangan dari aktivitas yang tidak melibatkan layar, seperti berkebun atau membaca buku, bisa mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan. Menemukan hobi baru juga bermanfaat untuk mengalihkan perhatian dari ponsel.
Dengan mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih sehat, Anda memberi diri Anda kesempatan untuk melepaskan ketergantungan terhadap teknologi dan memperluas keterampilan Anda.
Menciptakan Jarak dan Mempertimbangkan Detoks Digital
Pakar psikologi merekomendasikan agar Anda mencoba mengambil jeda dari perangkat digital. “Tech breaks” yang singkat selama beberapa menit dapat memberi Anda energi baru untuk fokus kembali menjalani aktivitas.
Jika memungkinkan, lakukan detoks digital selama beberapa waktu untuk menyadari manfaat dari kehidupan yang lebih bebas dari gadget. Banyak yang mengaku merasakan peningkatan kualitas hidup setelah menjauh dari teknologi untuk jangka waktu tertentu.
Dengan menukarkan ponsel dengan seseorang yang Anda percayai selama akhir pekan mungkin juga bisa menjadi cara bermanfaat. Ini menciptakan satu kesempatan untuk berhubungan tanpa gangguan dari sosial media.
Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah, namun dengan tekad dan keinginan untuk berkomitmen pada diri sendiri, Anda dapat mencapai perubahan yang diinginkan.















